Alhamdulillah, segala puji dan syukur senatiasa di kita haturkan kepada Allah subhanahu wata’ala, yang telah menciptakan alam semesta beserta apa yang ada di dalamnya dengan kuasa-Nya, dzat yang tidak lupa dan tidak tidur serta senatiasa mengurusi dan mengawasi hamba-hamba-Nya, dan tidak ada sesuatu apapun yang luput dari pengawasan-Nya.
Kemudian sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada uswatun hasanah yakni Nabi Muhammad Saw, beserta keluarganya, para sahabatnya dan seluruh umatnya yang senantiasa mengikuti dan mengamalkan sunnah-sunnahnya.
Kemudian daripada itu, segala Sesutu yang Allah ciptakan di alam tidaklah sia-sia, melainkan semuanya terdapat manfaat dan hikmah bagi hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Allah telah menciptakan air yang sangat berperan penting dalam kehidupan semua makhluk hidup. Salah satunya adalah air yang Allah turunkan dari langit yaitu air hujan.
Namun terkadang manusia mengeluh dengan adanya hujan itu dan menganggapnya sebagai musibah yang menjadi kendala untuk melaksanakn suatu kewajiban, dan sering pula menyalahkan hujan dan alam sekitar, sehinggnya manusia menjadikan hujan sebagai alasan untuk tidak melasanakan kewajiban.
Oleh karena itu makalah ini membahas tentang hikmah adanya hujan dan penyikapan hujan menurut islam.
Dan tentunya makalah ini sangatlah jauh dari kata sempurna, karenanya penulis mengharapkan pembaca sudi untuk mengoreksi dan memberikan saran atas kekurangan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.
A. HUJAN MENURUT ISLAM
Di dalam islam, segala apa yang diciptakan oleh Allah pasti memiliki makna dan tujuan tersendiri yang ingin dicapai. Semua gejala alam yang ada di semesta ini Allah ciptakan bukan tanpa tujuan dan manfaat bagi kehidupan manusia. Allah ciptakan angin, udara, air, tanah, manusia lain di muka bumi ini semata-mata agar manusia dapat hidup dengan baik dan beribadah hanya kepada Allah SWT
Dari seluruh gejala alam, ada yang berupa kenikmatan dari Allah, berbentuk ujian, bahkan adzab bagi manusia. Salah satunya adalah mekanisasi hujan yang ada di bumi kita ini. Hujan bukan sekedar turunnya air di muka bumi, melainkan memiliki tujuan dan makna tersendiri bagi islam.
Hujan di bahas dalam Al-Quran karena fenomena alam adalah bagian dari Islam dan Ilmu Pengetahuan yang tidak bisa dipisahkan. Selain itu mempelajari fenomena alam, salah satunya hujan merupakan bagian dalam memperkuat , Ilmu Tauhid Islam, Ilmu Filsafat Islam , dan Ilmu Kalam dalam Islam.
Berikut adalah penjelasan mengenai hujan menurut islam disertai hikmah dan makna yang bisa kita ambil:
1. Nikmat Hujan di dalam Al-Quran
Di dalam Al-Quran banyak sekali ayat-ayat Allah yang menjelaskan dan menyebutkan masalah hujan dalam kehidupan manusia. Untuk itu, hujan menyimpan berbagai makna dan fungsi mendalam yang jika kita renungkan sangat berpengaruh terhadap hajat hidup manusia di muka bumi. Berikut adalah ayat-ayat Allah yang berkenaan dengan hujan dan kenikmatan di balik peristiwa hujan.
“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran. “ (QS Al A’raf : 57)
Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa hujan adalah sebagai kabar gembira bagi manusia. Air hujan memberikan nikmat kepada manusia, menyuburkan tanah yang tandus dan menjadikan tanah-tanah tersebut menjadi subur dan tumbuh lah tanaman-tanaman yang bermanfaat bagi manusia. Buah-buahan, sumber makanan tentunya didapatkan dari proses antara siklus hujan dan juga panen.
Sering kali manusia mengeluh jika hujan datang, namun di sisi lain seharusnya manusia bersyukur karena hujan adalah nikmat yang Allah berikan. Hujan Allah berikan dalam sunnatullah yang sempurna. Hujan tidak datang setiap hari melainkan sesuai siklusnya. Jika tanpa hujan tentu manusia tidak akan bisa menikmati air yang bersih, akan kehausan, kurangnya sumber makanan dan buah-buahan, serta kekeringan.
“(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu)” (QS Al-Anfal : 11)
Jika kita memahami ayat di atas, maka kita bisa memahami bahwa air hujan dapat mensucikan diri kita. Air hujan adalah sumber air di muka bumi kita. Untuk itu dari air tersebut dapat digunakan dalam hal :
- Berwudhu
- Mandi
- Membersihkan Hadas
- Menjaga kenetralan suhu udara dalam tubuh, dsb
Jika kita memahami ayat di atas, maka kita bisa memahami bahwa air hujan dapat mensucikan diri kita. Air hujan adalah sumber air di muka bumi kita. Untuk itu dari air tersebut dapat digunakan dalam hal :
- Berwudhu
- Mandi
- Membersihkan Hadas
- Menjaga kenetralan suhu udara dalam tubuh, dsb
Manusia dapat membayangkan sendiri apabila tanpa air hujan yang Allah turunkan dengan segala hukum alam yang dibuat-Nya dengan Kebesaran-Nya, tentu manusia tidak akan bisa menikmati rezeki dalam bentuk kesucian dan kebersihan diri. Seperti yang kita ketahui bahwa kebersihan dan kesucian diri adalah awal dari kesehatan lahir dan batin diri manusia.
“Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah : 22)
Di balik peristiwa hujan, terdapat banyak sekali sumber rezeki disana. Buah-buahan dan sumber kehidupan berasal dari air. Bahkan bumi kita ini sebagian besarnya dipenuhi oleh air. Begitupun tubuh manusia yang juga didominasi oleh air. Air menjadi kebutuhan dasar atau utama manusia. Untuk itu, adanya siklus hujan membuat kita bisa melaksanakan kehidupan di muka bumi ini dengan jumlah air yang cukup.
Kasus-kasus kekeringan tentunya mengajarkan kita bahwa betapa pentingnya air dari hujan yang diturunkan oleh Allah. Tanpa-nya manusia akan kekeringan dan kehilangan hidupnya.
2. Hujan Bisa Menjadi Ujian atau Peringatan dari Allah
Selain dari bentuk kenikmatan dari Allah, hujan juga bisa menjadi bentuk ujian atau peringatan dari Allah terhadpa manusia. Hal tersebut sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam ayat-ayat Al-Quran sebagai berikut.
“Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.” (QS Asy syuara : 173)
Hujan
Untuk itu, angin besar dan hujan batu Allah turunkan kepada masayrakat Nabi Luth yang tidak mau mengikuti kebenaran. Kali ini hujan yang Allah turunkan bukan beruba kenikmatan melainka peringatan seperti adzab bagi mereka yang ingkar pada rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman.
Hujan
Untuk itu, angin besar dan hujan batu Allah turunkan kepada masayrakat Nabi Luth yang tidak mau mengikuti kebenaran. Kali ini hujan yang Allah turunkan bukan beruba kenikmatan melainka peringatan seperti adzab bagi mereka yang ingkar pada rukun iman, rukun islam, Iman dalam Islam, Hubungan Akhlak Dengan Iman Islam dan Ihsan, dan Hubungan Akhlak dengan Iman.
“atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir” (QS Al Baqarah : 19)
Ketakutan bisa saja muncul ketika hujan terjadi. Hujan yang disertai oleh petir dan kilat tentu saja adalah peristiwa yang bisa membuat manusia memunculkan ketakutan. Untuk itu, biasanya orang-orang akan khawatir atau takut mati ketika muncul peristiwa tersebut. Untuk itu Allah mengingatkan bahwa orang-orang kafir akan takut mati tetapi mereka tidak pernaah taat dan mengikuti apa yang Allah perintahkan.
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS Ar Rum : 41)
Sebagaimana yang Allah sampaikan dalam ayat di atas, bahwa di muka bumi bisa saja terjadi peristiwa yang membuat manusia merugi. Hal tersebut adalah karena manusia berbuat kerusakan.
Adanya hujan bisa menjadi bencana bagi manusia contohnya saja banjir atau longsor sampah akibat manusia lalai dalam menerapkan sunnatullah dalam hal alam.
Sejatinya segala yang Allah ciptakan bisa menjadi nikmat, rezeki, ujian bahkan adzab bagi kita sesuai dengan apa yang kita lakukan dan telah laksanakan di muka bumi. Tentunya kita ingin selalu jadi hamba Allah yang bersyukur dan senantiasa menjadikan apa yang Allah berikan sebagai bentuk usaha kita dalam mencapai Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam sesuai dengan fungsi agama.
3. Datangnya Hujan Adalah Berkah, Bukan Musibah
"Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9)"
Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat, tidak hanya manusia, tapi hampir semua makhluk.
Hujan juga memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia–disebutkan pada beberapa ayat dalam al-Qur’an mengenai informasi penting tentang hujan, kadar dan pengaruh-pengaruhnya.
Dalam al-Quran Surat Az-Zukhruf, Allah memberikan informasi bahwa hujan dinyatakan sebagai air yang diturunkan dalam “ukuran tertentu”.
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS: Az-Zukhruf : 11)
Allah telah menurunkan hujan sebagai rahmat di saat diperlukan oleh seluruh makhluk. Allah pula menurunkan hujan agar banyak orang mendapat kegembiraan setelah bertahun-tahun hamper putus asa menunggu. Karena itu, al-Quran menyebut hujan sebagai rahmat dan berkah, bukan musibah.
وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِن بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ
“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS: Asy-Syuura [41] : 28).
Dengan mengirim hujan-lah, Allah menyuburkan tanaman-tanaman yang dibutuhkan manusia dan semua mahkluk yang hidup di bumi, menumbukan pepohonan dan buah-buahan dan biji tanaman yang dibutuhkan manusia.
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam.” (QS: Qaaf (50) : 9).
Yang dimaksud keberkahan di sini adalah turunnya hujan, lebih banyak melahirkan kebaikan (manfaat), daripada mudharatnya (keburukan).
Di antara keberkahan dan manfaat hujan adalah manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan sangat memerlukannya untuk keberlangsungan hidup, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.” (QS. Al Anbiya’ (21) : 30).
Al Baghowi menafsirkan ayat ini, “Kami menghidupkan segala sesuatu menjadi hidup dengan air yang turun dari langit yaitu menghidupkan hewan, tanaman dan pepohonan. Air hujan inilah sebab hidupnya segala sesuatu.
B. SIKAP MUSLIM SAAT TURUN HUJAN
Umat Islam dianjurkan berdoa dan bersyukur ketika datangnya hujan, bukan mencela layaknya kaum kafir. Umat Islam memiliki cara dan adab berbeda dengan kaum agama lain, termasuk dalam urusan menyikapi datangnya muslim hujan tiba. Inilah yang membedakan agama Islam dengan agama yang lain. Menyikapi hal ini Islam mengajarkan kepada umatnya untuk memperhatikan adab-adab di musim ini.
Tidak ada setetes air hujan yang membasahi bumi ini kecuali atas kehendak Allah. Ia merupakan rahmat Allah kepada bumi dan seisinya. Melalui hujan Allah menumbuhkan berbagai tanaman untuk memberi rezeki kepada umat manusia. Dalam al-Qur`an Allah berfirman:
وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُّبَارَكاً فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ
وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ
رِزْقاً لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتاً كَذَلِكَ الْخُرُوجُ
“Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun-susun, untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.” (Qaaf [50]: 9-11)
Pertama, Imam An Nawawi dalam al-Adzkar (1/182) berkata, “Dianjurkan untuk bersyukur kepada Allah atas curahan nikmat ini, yaitu nikmat diturunkannya hujan.”
Kedua, berdoa kepada Allah agar hujan tersebut membawa manfaat. Adalah Rasulullah ketika melihat hujan langsung berdoa: اَللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا (Ya Allah, jadikan hujan ini sebagai hujan yang membawa manfaat dan kebaikan.” (Riwayat Bukhari)
Ketiga, mengguyur sebagian badan dengan air hujan Ketika hujan datang Rasulullah membasahi badannya dengan air hujan.
Dari Anas RA, dia berkata, “Hujan mengguyur kami beserta Rasulullah. Kemudian Rasulullah menyingkap sebagian bajunya sehingga hujan membasahi sebagian tubuhnya. Kami bertanya kepada beliau, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau lakukan hal itu?’ Beliau menjawab, ‘Aku melakukannya karena hujan tersebut adalah rahmat yang baru saja diciptakan oleh Allah’.” (Riwayat Muslim)
Keempat, banyak berdoa Hujan merupakan salah satu tanda dikabulkannya doa seorang hamba. Dalam sebuah Hadits disebutkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: [1] Bertemunya dua pasukan, [2] Menjelang shalat dilaksanakan, dan [3] saat hujan turun.” (Riwayat Imam Syafi’i dan Al Baihaqi)
Kelima, berdoa agar cuaca dicerahkan kembali
Apabila hujan turun dengan derasnya dan dikhawatirkan membawa mudharat, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar cuaca dicerahkan kembali, sebagaimana Hadits riwayat Anas, dimana Rasulullah berdoa dengan lafadz:
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺣَﻮَﺍﻟِﻴْﻨَﺎ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ،ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّﻋَﻠَﻰ ﺍْﻵﻛَﺎﻡِ،ﻭَﺍﻟﺠِْﺒَﺎﻝِ،ﻭَﺍْﻟﻈَﺮَﺍﺏِ،ﻭَﺑُﻄُﻮْﻥِ ﺍْﻷَﻭْﺩِﻳَﺔِ،ﻭَﻣَﻨَﺎﺑِﺖِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮِ
“Ya Allah, turunkanlah hujan di daerah sekitar kami, bukan di daerah kami. Turunkanlah hujan di perbukitan, pegunungan, di lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Keenam, berdoa ketika mendengar petir yang mengkhawatirkan
Dari Abdullah ibnu ‘Umar RA, bahwa Rasulullah apabila mendengar suara petir, maka beliau berujar:
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠْﻨَﺎ ﺑِﻐَﻀَﺒِﻚَ،ﻭَﻻَ ﺗُﻬْﻠِﻜُﻨَﺎﺑَﻌَﺬَﺍﺑِﻚَ،ﻭَﻋَﺎﻓِﻨَﺎ ﻗَﺒْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ
“Ya Allah, janganlah Engkau hancurkan kami dengan kemarahan-Mu dan janganlah Engkau binasakan kami dengan azab-Mu, selamatkanlah diri kami sebelum hal tersebut terjadi.” (Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad, Tirmidzi dan Hakim). Demikianlah beberapa adab Muslim membedakan dengan umat lain dalam menyikapi hujan.


1 comments
mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.
EmoticonEmoticon