Monday, January 8, 2018

Cara Menjaga Diri Agar Terhindar Dari Perangkap Iblis




Pernahkan kita mendengar bahwa ada seorang ahli ibadah yang di akhir kehidupnya berbuata maksiat kepada Allah?

Kalaulah ahli ibadah saja bisa terkena tipu daya syaitan, apalagi dengan kita yang masih jauh dari Allah!

Tipu daya syaitan selamanya Nampak indah dan bagus!

Tipu daya syaitan menggiring kepada setiap muslim pada logika-logika yang runtut dan masuk akal!

Tetapi semua itu adalah jebakan belaka!!!

Tipu daya syaitan adalah pangkal kesesatan umat-umat terdahulu!

Allah SWT berfirman dalam al-Quran :

Demi Allah, kami telah menutus (rasul-rasul) kepada umat-uamt sebelum engkau (Muhammad), tetapi syaitan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga ia (syaitan) menjadi peminpim mereka pada hari ini dan mereka akan mendapatkan azab yang pedih. (An-Nahl : 63)

Dan juga kaum ‘Ad dan Tsamud sungguh telah nyata kehancuran bagi kamu dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Syaitan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah, sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam. (Al-‘Ankabut : 38)


Bagaimana Iblis Membangun Tipu Daya Kepada Ahli Ibadah Bani Israil


Di kisahkan ketiga saudara ketika ingin berpergian jauh, mempercayakan adik gadisnya kepada seorang ‘Abid.

Pada mulanya ‘Abid itu sangat menjaga hubungan dengan si gadis, ia tidak pernah melihat, bahkan tidak pernah berbicara sama sekali.

Untuk kebutuhan makannya, setiap pagi dan sore ia letakkan rantang makanan di depan pintu kamar gadis  tanpa bicara sepatah katapun.

Sampai di sini syaitan mulai membangun perangkap!

Syaitan membisikan kepada ‘Abid “sekiranya ia menyapa gadis yang sedang sedih karena di tinggalkan oleh saudara-sauranya itu, pasti itu akan sangat menyenangkan, dan itu adalah sebuah amal kebaikan.”

Ternyata sang ‘Abid pun mengikuti bisikan Syaitan itu, yang memang masuk akal.

Maka selanjutnya setiap ‘Abid itu membawakan kebutuhan makan gadis itu. Ia menyapa dan menanyakan keadaannya.

Kemudian Syaitan membangun perangkap berikutnya!

Syaitan membisikan kepada ‘Abid itu, “sekiranya ia mengajarkan kepada sang gadis itu ilmu-ilmu agama itu akan sangat bermanfaat sekali untuk masa depannya, dan mengajarkan ilmu itu pahalanya akan sangat besar.

‘Abid pun melaksanakannya!

Selangkah-demi selangkah sang ‘Abid mengikuti skenario perangkap Syaitan yang kelihatannya logis dan masuk akal.

Tetapi Syaitan telah menunggu waktu yang tepat!

Suatu ketika busana gadis itu tersingkap, birahinya bergolak, dan terjadilah perzinahan.

Sang ‘Abid pun jatuh kedalam perangkap Syaitan.

Itulah kisah seorang ahlli ibadah yang terkena perangkap syaitan.

Sebelum kita memahami bagaimana cara Syaitan memperdaya seorang hamba, mari kita kenali lebih jauh tentang sosok Iblis yang menjadi pemimpin para Syaitan (jin).

Siapa Iblis Itu?


Secara bahasa Iblis mempunyai arti diam, putus asa, sedih, menyesal  (Ibnu Munzir, Lisan al-‘arab, Cet 1)

Arti tersebut memberikan kesan bahwa : setiap orang yang brhasil di goda Iblis, ketika nanti di akhirat menghadap pengadilan Allah, akan putus asa dari rahmat Allah, diam, sedih dan menyesal akan perbuatannya selama di dunia.

Sementara iblis sendiri sebagai pemimpin mereka akan berlepas diri dan tidak bias membantu menyelamatkan mereka dari azab Allah.

Iblis bukanlan termasuk golongan malaikat!

Iblis adalah golongan jin yang di ciptakan dari nyala api (Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Hijr ayat 50)

Sebelum Allah menciptakan Adam As, Iblis adalah makhluk yang saleh, yang beribadah kepada Allah SWT. Karena kesalehannya itu, maka Iblis di kelompokan bersama para Malaikat, dan di angkat kepada derajat yang sangat tinggi di antara para Malaikat, kemudian Allah menciptakan makhluk yang baru yang bernama Adam.

Ibnu Qoyyim al-Jauziah dalam bukunya – Fawaidul Fawaid hal 134-135 mengatakan:

Allah meletakkan jasad Adam di dekat pintu Surga selama empat puluh tahun setelah Dia menciptakan bentuknya. Sebuah bentuk manusia dari luar, namun dalamnya kosong.

Iblis merasa iri pada saat Allah SWT memutuskan untuk menciptakan makhluk yang lebih baik darinya, Iblis menghampiri makhluk ini, dan merasa iri padanya, dia benci padanya, karena Iblis punya derajat yang tidak ingin makhluk lain menggantikannya.

Lalu Iblis masuk kedalam tubuh Adam melalui mulutnya hingga keluar lagi melalui duburnya.

Jadi, Iblis mencoba-coba jasad Adam, dan dia mengetuk-ngetuknya dan dia tahu bahwa jasad itu hampa.

Dia berkata “ini adalah makhluk yag lemah”,  dia tahu bahwa makhluk Allah ini mudah terkena bujuk rayu.

Setelah Allah murka kepada Iblis karena keengganannya untuk mentaati perintah Allah, maka Allah mengutuk dan mengusirnya dari surga

Dengan di dorong oleh kedengkian yang memuncak kepada Adam dan anak cucunya, dia memohon agar di tangguhkan sampai hari kiamat.

Dialog Pembangkangan Iblis Dengan Allah


Marilah kita perhatikan lebih dalam dialog demi dialog pembangkangan Iblis Kepada Allah Sang Pencipta dan Penguasa, yang di abadikan Al-Quran dalam surat Al-Hijr ayat 28-40

Sejenak kita fokuskan pikiran kita untuk merenungkan ayat demi ayat agar kita dapat mengambil pelajarannya!

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat “sungguh, Aku akan menciptakan seseorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang di beri bentuk. (Al-Hijr : 28)

Sebelum Allah menciptakan Adam, Allah memberikan kemulian kepadanya dengan mengumumkannya di tengah-tengah para Malaikat.

Di sini Iblis mulai iri terhadap makhluk baru itu, karena Iblis tidak ingin ada makhluk baru yang menggantikan posisisnya.

Setelah Allah menyempurnakan penciptaan Adam dan meniupkan ruh kedalam jasadnya, maka jadilah ia makhluk yang hidup.

Lagi-lagi Allah memberikan kemuliah kepada akhluk yang baru ini, dengan memerintahkan kepada para malaikat untuk sujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk yang baru ini.

Maka apabila aku telah menyempurnakan (kejadian) nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Al-Hijr : 29 )

Walaupun di awal penciptaan Adam, Malaikat meragukan tentang hadirnya makhluk ini dengan mengatakan “makhluk yang suka merusak dan menumpahkan darah”, dengan segala kehinaan dan kerendahan seorang hamba di hadapan penciptanya, maka malaikat tidak pernah sekalipun menentang  perinta Rabbnya.

Malaikatpun sujud sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk yang baru saja di hidupkan.

Maka bersujudlah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr : 30)

Di sisi lain Iblis dengan dengki dan keras kepala serta dengan membanggakan diri, ia enggan untuk mentaati perintah Allah sang pengatur.

Kecuali Iblis, ia enggan ikut bersama-sama para (Malaikat) yang sujud itu. (Al-Hijr : 31).

Kemudian Allah sebagai Zat yang berhak mengatur makhluknya, dan Dia pula yang Maha mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi dari makhluknya, menanyakan sebab keengganan Iblis untuk mentaati perintahNya, walaupun sebenarnya Allah Maha mengetahui tentang perihal Iblis sang pembangkang itu.

Dia (Allah) berfirman : “wahai Iblis!, apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?”. (Al-Hijr : 32 )

Iblis bertambah kesombongannya!

Iblis tidak sadar kalau dia adalah makhluk yang hina di hadapan penciptanya.

Akhirnya Allah membuka segala keburukan Iblis yang tersembunyi dari makhluk lain, sifat dengki, membanggakan diri,  dengan kalimatnya sumpahnya bahwa ia tidak akan sujud kepada manusia yang di ciptakan dari tanah liat kering dari lumpur hitam.

“ia (Iblis) berkata : “ aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang di beri bentu”. (Al-Hijr : 33)

Begitulah kalimat Iblis, yang menunjukan kesombongan dirinya dan sangat merendahkan makhluk yang baru itu.

Siapalah Iblis di hadapan Allah!

Tentunya bukan siapa-siapa, melainkan makhluk yang hina.

Iblis yang Allah angkat derajatnya di antara malikat, akibat kesombongan dan kedengkiannya kepada Adam, maka Allah hinakan ia sampai derajat yang sangat hina.

Bahkan Allah usir ia dari surga yang penuh kenikmatan.

Allah murka kepadanya dan melaknatnya.

“Dia (Allah) berfirman : “(kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk”. (Al-Hijr : 34)

Kutukan yang Allah berikan kepada Iblis, sudah melekat erat dengannya sampai hari kiamat.

“dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sapai hari kiamat”. (Al-Hijr : 35 )

Iblis sangat sakit hati!

Karena kutukan yang Allah berikan tidak dapat di tolak lagi.

Di dorong oleh kedengkian yang memuncak kepada Adam dan anak cucunya, Iblis memohon agar umurnya di tangguhkan sampai hari kiamat.

 “Ia (Iblis) berkata : ya Tuhanku, (kalau begitu) berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) di bangkitkan”. (Al-Hijr : 36)

Dengan kemaha murahan Allah, permohonan Iblis pun di kabulkan.

“Allah berfirman : “(baiklah) sesungguhnya engkau termasuk yang di beri penangguhan”. (Al-Hijr : 37)

Sampai kapan penangguhan itu?

Allah kembali mengabulkan permohonan Iblis.

“sampai hari yang sudah di tentukan(kiamat)" (Al-Hijr : 38)

Apakah permohonan Iblis itu tidak ada maksudnya?

Tentu ada!

maksud itu adalah agar Iblis bisa menyesatkan sebanyak-banyaknya anak cucu Adam, termasuk kita!

Bagaimana cara Iblis menyesatkan anak Keturunan Adam?

Begini caranya:

Iblis akan menjadikan semua kejahatan dan kemaksiatan terasa indah dalam pandangan manusia. Manusia melihat kemaksiatan adalah indah dan menyenangkan, sehingga manusia cenderung berbuat maksiat.

“ia (Iblis) berkata : Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya”. (Al-Fajr : 39)

Ngeri bukan?

Bahkan Iblis tidak ada hentinya untuk menggoda anak cucu Adam, dari arah depan, arah belakang, arah kanan, dan arah kiri.

“kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. (Al-A’raf : 17 )

Sebelum kita melanjutkan pembahasan ini, mari kita lihat pendapat sahabat mulia Abdullah Ibn ‘abbas, dalam tafsir Ibnu Katsir, surat Al-A’raf ayat 17 :

1)    Dari arah depan maksudnya : Iblis akan menjadikan manusia ragu akan kehidupan akhirat  mereka.
2)    Dari arah belakang maksudnya : Iblis akan menjadikan manusia cinta terhadap kehidupan dunia mereka.
3)    Dari arah kanan maksudnya : Iblis akan menjadikan urusan agama samar-samar bagi mereka.
4)    Dari arah kiri maksudnya : Iblis akan menjadikan manusia menyukai kemaksiatan

Perangkap Iblis Yang Tidak Di Sadari


Setiap orang yang berakal pasti menyadari bahwa Iblis tidak akan menemukan cela dan perangkap untuk memperdayai manusia kecuali melali tiga hal (Ibnu Qoyyim al-Jauziah, Fawaidul Fawaid, “perangkap syaitan untuk memperdayai hamba”, hal 411).

1.    sikap boros dan berlebihan, sehingganya serba melebihi kebutuhan. Karena, yang lebih dari kebutuhan itu yang menjadi perantara dan jalan masuknya syaitan kedalam hati manusia.

Cara menghindarinya adalah dengan memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dalam hal makan, tidur, bersenang-senang, maupun beristirahat. Selama hamba menutup cela masuknya syaitan tersebut, niscaya ia tidak akan dapat masuk melalui jalur ini.

2.    lalai mengingat Allah

karena orang yang selalu berdzikir kepada Allah selalu berada dalam lindungan benteng  dzikir    tersebut. Manakala ia lalai berdzikir, maka gerbang bentengnya akan terbuka, sehingga musuh bisa masuk kedalam bentengnya. Apabila syaitan telah merasuk kedalam diri, maka sulit baginya untuk mengusir musuhya itu.

3.    Membebani diri dengan hal atau kegiatan apapun yang tidak penting.

Resep Allah Agar Tidak Mempan Oleh Tipu Daya Iblis


Di awal artikel ini, saya sudah kisahkan tentang seorang ‘Abid yang terkena perangkap Syaitan.

Kalaulah seorang ahli ibadah saja yang sangat tekun dalm beribadah bisa terkena perangkap syaitan, lalu bagaimana dengan kita!

Namun pembaca jangan khwatir.

Walupun Iblis dan bala tentaranya akan senantiasa menyesatkan manusia, namun Iblis sendiri yang menginformasikan bahwa : ada di antara hamba-hamba Allah yang tidak akan mempan dengan tipu muslihatnya.

Siapakah hamba itu?

Menjadi Hamba Allah Yang Mukhlis


Coba perhatikan ayat Al-Quran di bawah ini!

“kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlisin”. (Al-Hijr : 40)

Tahukah Anda tentang orang mukhlis itu?

Mungkin Anda pernah mendengar kata ikhlas bukan?

Pengertian ikhlas secara bahasanya adalah bersih, murni, dan jernih.

Jadi, orang yang ikhlas adalah mereka yang membersihkan dan memurnikan serta menjernikan semua amal perbuatannya  hanya di tunjukan untuk Allah semata, tidak sekali-kali karena sesuatu di luarnya!

Sedangkan sifat yang demikian itu adalah sifat orang-orang yang mukhlisin.

Ilmu Pengetahuan


Salah satu senjata terkuat untuk melawan Iblis adalah ilmu pengetahuan.

Yang di maksud ilmu pengetahuan di sini adalah ilmu pengetahuan  Agama islam.

Ilmu pengetahuan adalah alat  yang kuat untuk mengetahuai tipu daya Syaitan.

Lebih banyak yang Anda ketahui tentang apa yang Allah inginkan dari Anda, maka Anda semakin mengerti tentang tipu daya Syaitan, Dan semakin jauh pula Anda dari perangkap Syaitan.

Kalaulah kita jauh dari ilmu Agama, maka dengan mudahnya Anda masuk kedalam perangkap Syaitan.

Jadi, jangan pernah bosan untuk mengkaji dan mendalami ilmu agama islam.


Pelajaran apa yang dapat Anda ambil dari artikel ini?

Ya…..

Jadi, agar kita senantiasa di lindungi dan di hindarkan oleh Allah dari tipu muslihat syaitan, maka syaratnya adalah :

1.    Melandaskan seluruh amal perbuatan kita hanya karna Allah semata


2.    Memperdalam ilmu Agama Allah


Sekian, semoga artikel ini bermanfaat.

Read More