
Pernahkan kita mendengar bahwa
ada seorang ahli ibadah yang di akhir kehidupnya berbuata maksiat kepada Allah?
Kalaulah ahli ibadah saja bisa
terkena tipu daya syaitan, apalagi dengan kita yang masih jauh dari Allah!
Tipu daya syaitan selamanya
Nampak indah dan bagus!
Tipu daya syaitan menggiring
kepada setiap muslim pada logika-logika yang runtut dan masuk akal!
Tetapi semua itu adalah jebakan
belaka!!!
Tipu daya syaitan adalah pangkal
kesesatan umat-umat terdahulu!
Allah SWT berfirman dalam
al-Quran :
Demi Allah, kami telah menutus
(rasul-rasul) kepada umat-uamt sebelum engkau (Muhammad), tetapi syaitan
menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga ia
(syaitan) menjadi peminpim mereka pada hari ini dan mereka akan mendapatkan
azab yang pedih. (An-Nahl : 63)
Dan juga kaum ‘Ad dan Tsamud
sungguh telah nyata kehancuran bagi kamu dari (puing-puing) tempat tinggal
mereka. Syaitan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (buruk)
mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan Allah, sedangkan mereka adalah
orang-orang yang berpandangan tajam. (Al-‘Ankabut : 38)
Bagaimana Iblis Membangun Tipu Daya Kepada Ahli Ibadah Bani Israil
Di kisahkan ketiga saudara ketika
ingin berpergian jauh, mempercayakan adik gadisnya kepada seorang ‘Abid.
Pada mulanya ‘Abid itu sangat
menjaga hubungan dengan si gadis, ia tidak pernah melihat, bahkan tidak pernah
berbicara sama sekali.
Untuk kebutuhan makannya, setiap
pagi dan sore ia letakkan rantang makanan di depan pintu kamar gadis tanpa bicara sepatah katapun.
Sampai di sini syaitan mulai
membangun perangkap!
Syaitan membisikan kepada ‘Abid
“sekiranya ia menyapa gadis yang sedang sedih karena di tinggalkan oleh
saudara-sauranya itu, pasti itu akan sangat menyenangkan, dan itu adalah sebuah
amal kebaikan.”
Ternyata sang ‘Abid pun mengikuti
bisikan Syaitan itu, yang memang masuk akal.
Maka selanjutnya setiap ‘Abid itu
membawakan kebutuhan makan gadis itu. Ia menyapa dan menanyakan keadaannya.
Kemudian Syaitan membangun
perangkap berikutnya!
Syaitan membisikan kepada ‘Abid
itu, “sekiranya ia mengajarkan kepada sang gadis itu ilmu-ilmu agama itu akan
sangat bermanfaat sekali untuk masa depannya, dan mengajarkan ilmu itu
pahalanya akan sangat besar.
‘Abid pun melaksanakannya!
Selangkah-demi selangkah sang
‘Abid mengikuti skenario perangkap Syaitan yang kelihatannya logis dan masuk
akal.
Tetapi Syaitan telah menunggu
waktu yang tepat!
Suatu ketika busana gadis itu
tersingkap, birahinya bergolak, dan terjadilah perzinahan.
Sang ‘Abid pun jatuh kedalam
perangkap Syaitan.
Itulah kisah seorang ahlli ibadah
yang terkena perangkap syaitan.
Sebelum kita memahami bagaimana
cara Syaitan memperdaya seorang hamba, mari kita kenali lebih jauh tentang
sosok Iblis yang menjadi pemimpin para Syaitan (jin).
Siapa Iblis Itu?
Secara bahasa Iblis mempunyai
arti diam, putus asa, sedih, menyesal
(Ibnu Munzir, Lisan al-‘arab, Cet 1)
Arti tersebut memberikan kesan
bahwa : setiap orang yang brhasil di goda Iblis, ketika nanti di akhirat menghadap
pengadilan Allah, akan putus asa dari rahmat Allah, diam, sedih dan menyesal
akan perbuatannya selama di dunia.
Sementara iblis sendiri sebagai
pemimpin mereka akan berlepas diri dan tidak bias membantu menyelamatkan mereka
dari azab Allah.
Iblis bukanlan termasuk golongan
malaikat!
Iblis adalah golongan jin yang di
ciptakan dari nyala api (Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Hijr ayat 50)
Sebelum Allah menciptakan Adam
As, Iblis adalah makhluk yang saleh, yang beribadah kepada Allah SWT. Karena
kesalehannya itu, maka Iblis di kelompokan bersama para Malaikat, dan di angkat
kepada derajat yang sangat tinggi di antara para Malaikat, kemudian Allah
menciptakan makhluk yang baru yang bernama Adam.
Ibnu Qoyyim al-Jauziah dalam
bukunya – Fawaidul Fawaid hal 134-135 mengatakan:
Allah meletakkan jasad Adam di
dekat pintu Surga selama empat puluh tahun setelah Dia menciptakan bentuknya.
Sebuah bentuk manusia dari luar, namun dalamnya kosong.
Iblis merasa iri pada saat Allah
SWT memutuskan untuk menciptakan makhluk yang lebih baik darinya, Iblis
menghampiri makhluk ini, dan merasa iri padanya, dia benci padanya, karena
Iblis punya derajat yang tidak ingin makhluk lain menggantikannya.
Lalu Iblis masuk kedalam tubuh
Adam melalui mulutnya hingga keluar lagi melalui duburnya.
Jadi, Iblis mencoba-coba jasad
Adam, dan dia mengetuk-ngetuknya dan dia tahu bahwa jasad itu hampa.
Dia berkata “ini adalah makhluk
yag lemah”, dia tahu bahwa makhluk Allah
ini mudah terkena bujuk rayu.
Setelah Allah murka kepada Iblis
karena keengganannya untuk mentaati perintah Allah, maka Allah mengutuk dan
mengusirnya dari surga
Dengan di dorong oleh kedengkian
yang memuncak kepada Adam dan anak cucunya, dia memohon agar di tangguhkan
sampai hari kiamat.
Dialog Pembangkangan Iblis Dengan Allah
Marilah kita perhatikan lebih
dalam dialog demi dialog pembangkangan Iblis Kepada Allah Sang Pencipta dan
Penguasa, yang di abadikan Al-Quran dalam surat Al-Hijr ayat 28-40
Sejenak kita fokuskan pikiran
kita untuk merenungkan ayat demi ayat agar kita dapat mengambil pelajarannya!
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu
berfirman kepada para Malaikat “sungguh, Aku akan menciptakan seseorang manusia
dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang di beri bentuk. (Al-Hijr : 28)
Sebelum Allah menciptakan Adam,
Allah memberikan kemulian kepadanya dengan mengumumkannya di tengah-tengah para
Malaikat.
Di sini Iblis mulai iri terhadap
makhluk baru itu, karena Iblis tidak ingin ada makhluk baru yang menggantikan
posisisnya.
Setelah Allah menyempurnakan
penciptaan Adam dan meniupkan ruh kedalam jasadnya, maka jadilah ia makhluk
yang hidup.
Lagi-lagi Allah memberikan
kemuliah kepada akhluk yang baru ini, dengan memerintahkan kepada para malaikat
untuk sujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan kepada makhluk yang baru ini.
Maka apabila aku telah
menyempurnakan (kejadian) nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku
kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Al-Hijr : 29 )
Walaupun di awal penciptaan Adam,
Malaikat meragukan tentang hadirnya makhluk ini dengan mengatakan “makhluk yang
suka merusak dan menumpahkan darah”, dengan segala kehinaan dan kerendahan
seorang hamba di hadapan penciptanya, maka malaikat tidak pernah sekalipun
menentang perinta Rabbnya.
Malaikatpun sujud sebagai bentuk
penghormatan kepada makhluk yang baru saja di hidupkan.
Maka bersujudlah para Malaikat
itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr : 30)
Di sisi lain Iblis dengan dengki
dan keras kepala serta dengan membanggakan diri, ia enggan untuk mentaati
perintah Allah sang pengatur.
Kecuali Iblis, ia enggan ikut
bersama-sama para (Malaikat) yang sujud itu. (Al-Hijr : 31).
Kemudian Allah sebagai Zat yang
berhak mengatur makhluknya, dan Dia pula yang Maha mengetahui segala sesuatu
yang tersembunyi dari makhluknya, menanyakan sebab keengganan Iblis untuk
mentaati perintahNya, walaupun sebenarnya Allah Maha mengetahui tentang perihal
Iblis sang pembangkang itu.
Dia (Allah) berfirman : “wahai
Iblis!, apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?”. (Al-Hijr : 32 )
Iblis bertambah kesombongannya!
Iblis tidak sadar kalau dia
adalah makhluk yang hina di hadapan penciptanya.
Akhirnya Allah membuka segala
keburukan Iblis yang tersembunyi dari makhluk lain, sifat dengki, membanggakan
diri, dengan kalimatnya sumpahnya bahwa
ia tidak akan sujud kepada manusia yang di ciptakan dari tanah liat kering dari
lumpur hitam.
“ia (Iblis) berkata : “ aku
sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya
dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang di beri bentu”. (Al-Hijr : 33)
Begitulah kalimat Iblis, yang
menunjukan kesombongan dirinya dan sangat merendahkan makhluk yang baru itu.
Siapalah Iblis di hadapan Allah!
Tentunya bukan siapa-siapa,
melainkan makhluk yang hina.
Iblis yang Allah angkat
derajatnya di antara malikat, akibat kesombongan dan kedengkiannya kepada Adam,
maka Allah hinakan ia sampai derajat yang sangat hina.
Bahkan Allah usir ia dari surga
yang penuh kenikmatan.
Allah murka kepadanya dan
melaknatnya.
“Dia (Allah) berfirman : “(kalau
begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk”. (Al-Hijr :
34)
Kutukan yang Allah berikan kepada
Iblis, sudah melekat erat dengannya sampai hari kiamat.
“dan sesungguhnya kutukan itu
tetap menimpamu sapai hari kiamat”. (Al-Hijr : 35 )
Iblis sangat sakit hati!
Karena kutukan yang Allah berikan
tidak dapat di tolak lagi.
Di dorong oleh kedengkian yang
memuncak kepada Adam dan anak cucunya, Iblis memohon agar umurnya di tangguhkan
sampai hari kiamat.
“Ia (Iblis) berkata : ya Tuhanku, (kalau
begitu) berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) di bangkitkan”.
(Al-Hijr : 36)
Dengan kemaha murahan Allah, permohonan
Iblis pun di kabulkan.
“Allah berfirman : “(baiklah)
sesungguhnya engkau termasuk yang di beri penangguhan”. (Al-Hijr : 37)
Sampai kapan penangguhan itu?
Allah kembali mengabulkan
permohonan Iblis.
“sampai hari yang sudah di
tentukan(kiamat)" (Al-Hijr : 38)
Apakah permohonan Iblis itu tidak
ada maksudnya?
Tentu ada!
maksud itu adalah agar Iblis bisa
menyesatkan sebanyak-banyaknya anak cucu Adam, termasuk kita!
Bagaimana cara Iblis menyesatkan
anak Keturunan Adam?
Begini caranya:
Iblis akan menjadikan semua
kejahatan dan kemaksiatan terasa indah dalam pandangan manusia. Manusia melihat
kemaksiatan adalah indah dan menyenangkan, sehingga manusia cenderung berbuat
maksiat.
“ia (Iblis) berkata : Tuhanku,
oleh karena Engkau telah memutuskan aku sesat, aku pasti akan jadikan
(kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka
semuanya”. (Al-Fajr : 39)
Ngeri bukan?
Bahkan Iblis tidak ada hentinya
untuk menggoda anak cucu Adam, dari arah depan, arah belakang, arah kanan, dan
arah kiri.
“kemudian pasti aku akan
mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka.
Dan engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur”. (Al-A’raf : 17 )
Sebelum kita melanjutkan
pembahasan ini, mari kita lihat pendapat sahabat mulia Abdullah Ibn ‘abbas,
dalam tafsir Ibnu Katsir, surat Al-A’raf ayat 17 :
1) Dari arah depan maksudnya : Iblis akan
menjadikan manusia ragu akan kehidupan akhirat
mereka.
2) Dari arah belakang maksudnya : Iblis akan
menjadikan manusia cinta terhadap kehidupan dunia mereka.
3) Dari arah kanan maksudnya : Iblis akan
menjadikan urusan agama samar-samar bagi mereka.
4) Dari arah kiri maksudnya : Iblis akan
menjadikan manusia menyukai kemaksiatan
Perangkap Iblis Yang Tidak Di Sadari
Setiap orang yang berakal pasti
menyadari bahwa Iblis tidak akan menemukan cela dan perangkap untuk memperdayai
manusia kecuali melali tiga hal (Ibnu Qoyyim al-Jauziah, Fawaidul Fawaid,
“perangkap syaitan untuk memperdayai hamba”, hal 411).
1. sikap boros dan berlebihan, sehingganya
serba melebihi kebutuhan. Karena, yang lebih dari kebutuhan itu yang menjadi
perantara dan jalan masuknya syaitan kedalam hati manusia.
Cara menghindarinya adalah dengan
memenuhi kebutuhan sesuai dengan keperluannya, baik dalam hal makan, tidur,
bersenang-senang, maupun beristirahat. Selama hamba menutup cela masuknya
syaitan tersebut, niscaya ia tidak akan dapat masuk melalui jalur ini.
2. lalai mengingat Allah
karena orang yang selalu
berdzikir kepada Allah selalu berada dalam lindungan benteng dzikir
tersebut. Manakala ia lalai berdzikir, maka gerbang bentengnya akan
terbuka, sehingga musuh bisa masuk kedalam bentengnya. Apabila syaitan telah
merasuk kedalam diri, maka sulit baginya untuk mengusir musuhya itu.
3. Membebani diri dengan hal atau kegiatan
apapun yang tidak penting.
Resep Allah Agar Tidak Mempan Oleh Tipu Daya Iblis
Di awal artikel ini, saya sudah
kisahkan tentang seorang ‘Abid yang terkena perangkap Syaitan.
Kalaulah seorang ahli ibadah saja
yang sangat tekun dalm beribadah bisa terkena perangkap syaitan, lalu bagaimana
dengan kita!
Namun pembaca jangan khwatir.
Walupun Iblis dan bala tentaranya
akan senantiasa menyesatkan manusia, namun Iblis sendiri yang menginformasikan
bahwa : ada di antara hamba-hamba Allah yang tidak akan mempan dengan tipu
muslihatnya.
Siapakah hamba itu?
Menjadi Hamba Allah Yang Mukhlis
Coba perhatikan ayat Al-Quran di
bawah ini!
“kecuali hamba-hamba-Mu yang
mukhlisin”. (Al-Hijr : 40)
Tahukah Anda tentang orang
mukhlis itu?
Mungkin Anda pernah mendengar
kata ikhlas bukan?
Pengertian ikhlas secara
bahasanya adalah bersih, murni, dan jernih.
Jadi, orang yang ikhlas adalah
mereka yang membersihkan dan memurnikan serta menjernikan semua amal
perbuatannya hanya di tunjukan untuk
Allah semata, tidak sekali-kali karena sesuatu di luarnya!
Sedangkan sifat yang demikian itu
adalah sifat orang-orang yang mukhlisin.
Ilmu Pengetahuan
Salah satu senjata terkuat untuk
melawan Iblis adalah ilmu pengetahuan.
Yang di maksud ilmu pengetahuan
di sini adalah ilmu pengetahuan Agama
islam.
Ilmu pengetahuan adalah alat yang kuat untuk mengetahuai tipu daya Syaitan.
Lebih banyak yang Anda ketahui
tentang apa yang Allah inginkan dari Anda, maka Anda semakin mengerti tentang
tipu daya Syaitan, Dan semakin jauh pula Anda dari perangkap Syaitan.
Kalaulah kita jauh dari ilmu
Agama, maka dengan mudahnya Anda masuk kedalam perangkap Syaitan.
Jadi, jangan pernah bosan untuk
mengkaji dan mendalami ilmu agama islam.
Pelajaran apa yang dapat Anda
ambil dari artikel ini?
Ya…..
Jadi, agar kita senantiasa di
lindungi dan di hindarkan oleh Allah dari tipu muslihat syaitan, maka syaratnya
adalah :
1. Melandaskan seluruh amal perbuatan kita hanya karna Allah semata
2. Memperdalam ilmu Agama Allah
Sekian, semoga artikel ini bermanfaat.