Saturday, June 30, 2018

TIPS MENJADI SUAMI SETEGAR PILAR




Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh….


Teman – teman pembaca yang ingsya Allah di cintai oleh Allah SWT


Kami sajikan sebuah bacaan terkhusus kepada para suami yang sedang mencari jati diri menjadi seorang  suami yang kuat, kokoh, dan tegar dalam mengarungi bahtera rumah tangga…


Memiliki keluarga yang bahagia sesuai pandangan islam, adalah merupakan dambaan semua pasangan yang baru memulai kehidupan berkeluarga..


Begitu pula dengan keluarga yang sudah lama membangun kehidupan berumah tangga…
Pun menginginkan agar kehidupan rumah tangganya tetap harmonis dan bahagia..

Dalam pandangan islam,, 


Kunci keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga, terletak pada keberhasilan  seorang suami dalam menjalankan tugas dan peranannya…


Karena tidak sedikit keluarga yang mengalami kegagalan, atau tumbang di pertengahan jalan..


Sebuah keluarga yang hari ini bengkok oleh hantaman zaman…
Berbagai ajaran yang jauh dari ajaran Islam telah merusaknya…
Tanpa kita sadari telah  membuat  biduk  rumah tangga  terombang-ambing  dalam  ketidakjelasan…
Tidak jelas,  kemana  arahnya…?
Tidak  jelas, siapa  nahkodanya…?
Tidak  jelas, nasib  penumpangnya…?
Di tengah badai yang siap melumat semuanya,, Kapan saja.
Kasihan....

Lalu apa saja kedudukan seorang suami di dalam sebuah rumah tangga..?


Allah SWT menginformasikan tentang kedudukan seorang laki – laki terhadap perempuan di dalam al-quran surat An-nisa ayat 34 :
                                                         الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ               


“ laki – laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki – laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya. ”

Ayat ini mengandung pelajaran mahal tentang keluarga…


Untuk bisa mengambil pelajaran dari ayat di atas, mari kita gali dari sisi bahasa aslinya..

Kata  قَوَّامُوْنَ  berasal dari  وَامَةٌ …


Secara bahasa, kata  قَوِّامَةٌ, baik dengan fathah pada Qof ataupun kasroh, mempunyai beberapa arti : 


1.    عماده الّذي يقوم به وينتظم
Pilar kokoh yang digunakan untuk penopang dan pengatur agar rapi” (Al Mishbah al
Munir, Ahad bin Muhammad Al Fayumi)


2.    وَالْقِوَام بِالْكَسْرِ مَا يُقِيْمُ الْاِنْسَانَ مِنَ الْقُوْتِ وَالْقَوَامُ بِالْفَتْحِ الْاَدْلُ وَالْاِعْتِدَالُ


“Qiwam dengan Kasroh: makanan yang membuat manusia bisa tegak berdiri. Qowam
dengan  fathah:  Adil  dan  seimbang
” (Al  Mishbah  al  Munir,  Ahad  bin  Muhammad  Al
Fayumi)


3.    االقِيْمُ هو السيد وقيم القوم سيد هم الذي يوسوس أمورهم. يقال فلان قوام اهل بيته وهو الذي يقوم شأنهم


Al Qoyyim: Tuan/pemimpin. Qoyyim Qoum: pemimpin umat mengatur semua urusan  mereka.  Dikatakan:  Fulan  Qiwam  keluarganya,  berarti:  Dialah  yang  mengurusi
urusan mereka
. (Mukhtar ash Shihah, Abu Bakar Ar Razi)


4.    قام الأمير على الرعية : وليها


Qoma amir terhadap rakyatnya: walinya (yang menolong, membela, mewakili dan
mengurusi)
(Asas al Balaghah, Az Zamahsyari)


5.    وقيام لشيء هو المراعاة للشيء والحفظ  له


“Qiyam  terhadap  sesuatu:  memperhatikan  dan  menjaga  sesuatu  itu  (Mu’jam
Mufradat Al Quran, Al Ashfahani)

Dari lima nukilan di atas dari makna Qowwamah, sungguh sangat berat tugas dan peran seorang suami…


Lalu bagaimana jikalau seorang suami tidak memegang qowwamah di dalam rumah tangga…


Atau,,


Qowwamah ada di tangan wanita…!


Maka bercampur aduklah pemahaman…
Guncanglah timbangan…
Lenyaplah nilai…


Apakah anda tahu apa yang terjadi jika wanita memegang Qowwamah terhadap suami dan anak-anaknya…?


Tentu banyak efek yang akan terjadi.
Di antaranya :


Keluarga yang akan retak dan terurai antara  suami  tanpa  kepemimpinan..


Dan  istri yang  bebas  berbuat  dalam  kendali  kesia-siaan dan hawa nafsu..


Serta anak-anak yang hilang di antara ayah dan ibu yang berbeda dan bertikai.
Sesungguhnya… 


Penyatuan  kepemimpinan adalah keniscayaan bagi keamanan kapal…


Kapal rumah tangga  ini  harus  memiliki  kepemimpinan yang  mampu  menanggung  beban..


Menjaga aturan  agar  tidak  terburai…


Ini menjadi catatan bagi nilai islam di dalam dunia laki – laki…

Dan berikut ini penjelasan beberapa ulama tentang kata tersebut :


1.    Ibnu  Katsir Seorang  suami  Qoyyim  terhadap  istrinya  artinya,  dia  pemimpinnya, pembesarnya, hakimnya dan pendidiknya jika bengkok.

 
2.     Al  Qurthubi:  Suami  bertanggung  jawab  untuk  mengurusinya,  mendidiknya, meletakkannya di rumah, melarangnya berpenampilan mencolok di luar.

 
3.     Sayyid  Quthub:  Jika  lembaga-lembaga  yang  lebih  kecil  dan  murah;  seperti lembaga  keuangan,  industri,  perdagangan  dan  yang  lainnya  tidak  diserahkan kecuali  kepada  orang  yang  ahli,  yaitu  orang-orang  yang  memiliki  kemampuandalam bidang tersebut dan telah berlatih melebihi bakat yang dimilikinya berupa manajemen  dan  kepemimpinan.  Maka  kaidah  ini  pun  harus  diberlakukan  bagi lembaga rumahtangga yang merupakan penghasil unsur paling mahal di semesta ini; yaitu unsur manusia..




Allah yang telah menciptakan manusian berpasang-pasangan sungguh sangat adil…


Laki – laki yang di ciptakan dengan tabiat qowwamah, di sandingkan dengan seorang wanita yang bisa saling melengkapi…

Wanita di bekali oleh Allah dengan kelembutan…
Kasih sayang…
Cepat merespon…
Dan bergerak bagi kebutuhan anak tanpa kesadaran dan berfikir terlebih dahulu…

 

Karakter ini bukanlah tempelan…
 

Tetapi tertancap dalam pada penciptaan organnya, otot, akal dan jiwanya..

Adapun laki – laki di berikan ketegaran dan ketabahan…
Lambat merespon dan memenuhi panggilan…
Menggunakan kesadaran dan pikiran sebelum bergerak dan memenuhi panggilan…
Karena seluruh tugasnya memerlukan ketenangan dan berfikir sebelum melangkah maju…

Dan ini pun karakter yang tertancap pada diri laki – laki…

Dari penjelasan para ulama’ di atas, cukuplah menjadai perenungan yang dalam bagi para suami dan semua laki – laki yang akan menjadi suami…


Qowwamah tidaklah sederhana seperti yang kita bayangkan…


Tidak seumum kata kepemimpinan yang telah terkoyak – koyak maknanya…


Qowwamah bagi suami adalah kewajiban menjadi pilar yang kokoh…


Tempat bersandar yang tegar…


Tempat penopang yang menjamin tidak robohnya bangunan rumah tangga.

Qowamah  bagi  suami  adalah  kewajiban  menjadi  sumber  nafkah  untuk keberlangsungan. 


Nafkah yang memberi fasilitas hidup dan ketenangan bagi seluruh anggota  rumah. 


Suami  adalah  ladang  yang  lapang  nan  hijau  bagi  merumputnya semua gembala.
 
Qowamah  bagi  suami  adalah  kewajiban  menjadi  pemimpin  dengan  semua  makna
kepemimpinan.  


Merencanakan.. 


Mengatur..  


Menjaga..  


Memperhatikan..,


Dengan  tugas  ini,  maka  suami  harus  menyediakan  waktunya  24  jam,
kapan saja untuk semua keperluan rakyatnya di rumah.


Qowamah  bagi  suami  adalah  kewajiban  menjadi  keadilan  dan  keseimbangan. 


Adil dan seimbang mengharuskan jiwa yang tenang, 


Tidak emosional..,


Berada di tengah..,


Bertindak hanya dengan bukti dan data.


Tidak memutuskan kecuali dengan ilmu.

Qowamah  bagi  suami  adalah  kewajiban  menjadi  pendidik..


Keteladan..


Dan  ilmu merupakan  mata  air  deras  lagi  menyejukkan  yang  harus  dimiliki  oleh  suami  sang guru.  


Pendidik  tak  hanya  mengajarkan  ilmu.  


Tetapi  memberi  keteladanan  atas aplikasi  ilmu  tersebut.  


Juga  mengevaluasi  atas  keberhasilan  pendidikannya. 


Meluruskan  jika  ada  yang  bengkok  dengan  jiwa  seorang  pendidik  murni.  


Terus mengawalnya hingga menghasilkan lulusan membanggakan…

Sebesar  inilah  tugas  para  kaum  laki-laki.. 


Jadi,,


Tidak  sesederhana  orang mengeluarkan kata cinta dari lisan yang tak bertulang itu. 


Maka,  


Seharusnya  setiap  suami  benar-benar  ‘memaksakan’  dirinya  menuju
seluruh  sifat  di  atas.  


Demikian  juga  setiap  anak  laki-laki..


Harus  dilahirkan  dididik hingga mampu menjadi Qowwam bagi para istrinya.

Inilah  Qowamah… 


Yang  harus  dipertanggungjawabkan  para  suami  di  hadapan Allah kelak….







Read More