Puasa Syawal atau puasa 6 hari di bulan syawal memiliki hikmah dan keutamaan yang sangat luar biasa yaitu bagi siapa saja yang mengamalkan ibadah sunah puasa syawal 6 hari maka sama halnya berpuasa satu tahun penuh.
Ini sungguh sangat istimewa sekali karena jika kita melakukan puasa 1 tahun penuh maka sangatlah berat bukan.
Namun dengan hanya mengamalkan puasa enam hari di bulan syawal ini pahalanya sudah setara dengan puasa 1 tahun.
Selain itu, Allah SWT juga akan menjadikan kebaikan 10 kali lipat bagi hambaNya yang mengamalkan puasa sunah syawal selama 6 hari. Subhanallah....
KEUTAMAAN PUASA SYAWAL
Dalil mengenai keutamaan puasa 6 hari di bulan syawal adalah sebagai berikut :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Dari hadits diatas menunjukkan keutamaan puasa sunnah enam hari di bulan Syawwal, yang ini termasuk karunia yang sangat besar dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya, dengan kemudahan mendapatkan pahala puasa setahun penuh tanpa harus berpuasa selama 1 tahun.
Sungguh beruntung sekali jika kita dapat melaksanakan puasa syawal enam hari.
Ini sungguh keutamaan yang sangat luar biasa. Marilah kita melaksanakan puasa sunah ini demi mengharapkan rahmat dan ampunan Allah SWT.
MANFAAT PUASA SYAWAL
Ibnu Rojab ra, menyebutkan beberapa manfaat puasa enam hari di bulan Syawal, di antaranya:
1. Berpuasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan akan menyempurnakan ganjaran berpuasa setahun penuh.
2. Puasa Syawal dan puasa Sya’ban seperti halnya shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah. Amalan sunnah seperti ini akan menyempurnakan kekurangan dan cacat yang ada dalam amalan wajib.
Setiap orang pasti memiliki kekurangan dalam amalan wajib. Amalan sunnah inilah yang nanti akan menyempurnakannya.
3. Membiasakan berpuasa setelah puasa Ramadhan adalah tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena Allah sat. jika menerima amalan hamba, maka Dia akan memberi taufik pada amalan sholih selanjutnya.
Sebagaimana sebagian salaf mengatakan, “Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan selanjutnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula orang yang melaksanakan kebaikan lalu dilanjutkan dengan melakukan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”
4. Karena Allah telah memberi taufik dan menolong kita untuk melaksanakan puasa Ramadhan serta berjanji mengampuni dosa kita yang telah lalu, maka hendaklah kita mensyukuri hal ini dengan melaksanakan puasa setelah Ramadhan.
Sebagaimana para salaf dahulu, setelah malam harinya melaksanakan shalat malam, di siang harinya mereka berpuasa sebagai rasa syukur pada Allah atas taufik yang diberikan. (Disarikan dari Latho’if Al Ma’arif, 244, Asy Syamilah).
WAKTU PELAKSANAAN PUASA SYAWAL
Adapun untuk pelaksanaan puasa syawal, lebih utama jika puasa enam hari ini dilakukan berturut-turut, karena termasuk bersegera dalam kebaikan, meskipun dibolehkan tidak berturut-turut.
Lebih utama jika puasa ini dilakukan segera setelah hari raya Idhul Fithri, karena termasuk bersegera dalam kebaikan menunjukkan kecintaan kepada ibadah puasa serta tidak bosan mengerjakannya, dan supaya nantinya tidak timbul halangan untuk mengerjakannya jika ditunda.
Puasa Syawal atau Qodho Dulu
Perlu dipahami bahwa membayar atau menunaikan qadha Ramadhan adalah hukumnya wajib.
Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam rangkaian perintah puasa Ramadhan yakni,
“….Jika di antaramu ada yang tidak berpuasa karena sakit atau dalam perjalanan, wajib menggantinya pada hari-hari yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa….” ( QS.Al Baqarah: 184)
Terkait hal ini apakah qadha dulu atau boleh puasa sunnah enam hari di bulan Syawal dulu, ada dua pendapat dikalangan ulama.
Pendapat pertama, lebih afdhol atau lebih utama menunaikan qadha Ramadhan terlebih dahulu.
Misalnya pendapat yang disampaikan para ulama Hanabilah yang menyatakan bahwa haram hukumnya seseorang yang mendahulukan puasa sunnah sebelum mengqadho puasa Ramadhan.
Menurut ulama ini bahwa tidak sah jika seseorang melakukan puasa sunnah padahal ia masih memiliki utang puasa di bulan Ramadhan meskipun waktu untuk mengqadho puasa tadi masih lapang. Sebab qadho puasa Ramadhan hukumnya wajib sementara puasa Syawal hukumnya sunnah sehingga mendahulukan yang wajib lebih utama daripada yang sunnah.
Pendapat kedua, boleh melakukan puasa sunnah di bulan Syawal meski dirinya masih punya utang puasa Ramadhan dan belum melakukan qadho.
Alasannya bahwa dalam ayat “ wajib menggantinya pada hari-hari yang lain sebanyak hari kamu tidak berpuasa….” ( QS.Al Baqarah: 184), tidak disebutkan waktu menggantinya.
Pendapat bolehnya melakukan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal meski belum mengqadho puasa Ramadhan ini disampaikan oleh para ulama Hanafiyah.
Mereka membolehkan melakukan puasa sunnah sebelum qadho puasa Ramadhan alasannya qadho puasa Ramadhan tidak mesti dilakukan sesegera mungkin atau setelah Ramadhan selesai.
Dari dua pendapat ini paling kuat dalam masalah ini adalah bolehnya melakukan puasa sunnah khususnya puasa sunnah enam hari di bulan Syawal sebelum ia menunaikan qadho puasa Ramadhan selama waktu mengqadho puasa Ramadhan masih longgar.
Meski begitu tentu lebih baik jika setelah selesai puasa sunnah enam hari bulan Syawal, Kita segera melakukan qadho puasa Ramadhan.
Jangan sampai menunda-nunda yang wajib sehingga Anda akan merasa tenang dan nyaman dalam menjalankan ibadah khususnya puasa sunnah yang lain misalnya Senin dan Kamis, puasa tengah bulan (ayyamul bidh) dan sebagainya.
Wallahu’alam bishshawab.
sumber :
http://www.blogkhususdoa.com/2016/07/hikmah-dan-keutamaan-puasa-syawal-6-enam-hari.html
http://percikaniman.id/2018/06/18/puasa-syawal-atau-qadha-dulu/

1 comments
mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.
EmoticonEmoticon